Search This Blog
Thursday, June 4, 2020
Friday, May 15, 2020
Sunday, November 4, 2018
Puruk Cahu (Inmas) MTsN 1
Murung Raya (Mura) baru-baru lalu menggelar workshop Kurikulum 2013
(Kurtilas). Kegiatan yang diikuti seluruh guru madrasah setempat itu
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik.
Kepala Kankemenag Mura H.
Ahmadi menyebut kompetensi guru menjadi faktor penting dalam membentuk
guru profesional. Diperlukan sebuah terobosan untuk meningkatkan
kompetensi tersebut, dimulai pelatihan kepada guru.
Kemudian, imbuh H. Ahmad, etika
guru harus ditunjang dengan memberi contoh yang baik kepada anak didik,
menghargai potensi anak didik, memperhatikan serta sensitif terhadap
potensi anak didik. Kurtitas sendiri, kata Ahmadi, menekankan karakter
spiritual, sehingga peserta didik tidak hanya pintar dalam bidang
akademik, namun juga berakhlak mulia.
Kepala MTsN 1 Mura Hj. Cahyati
membenarkan bahwa workshop merupakan upaya madrasah mengembangkan
keprofesionalan pendidik dan merupakan salah satu upaya dalam
meningkatkan mutu dan kualitas belajar mengajar di madrasah setempat.
Menurut narasumber Nur
Ashfinawati, implementasi Kurtilas menekankan pada bagaimana cara guru
mencapai arah yang lebih baik dalam proses belajar mengajar. Seorang
pendidik harus fleksibel dalam memberikan materi pembelajaran sehingga
tidak monoton dan membuat anak cenderung bosan di dalam ruangan kelas.
“Kunci mengajar yang aktif,
kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan dengan pendekatan ilmiah
yakni dengan 5M, mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan
dan mengkomunikasikan,” jelas Nur. (BS)
Tuesday, October 30, 2018
Puruk Cahu (Inmas) Puluhan pengurus
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Negeri 1 Murung Raya (Mura)
pada Selasa (30/10) dilantik. Pelantikan oleh kepala madrasah Hj.
Cahyati di halaman madrasah itu disaksikan seluruh siswa dan guru MTsN 1
Mura.
Hj. Cahyati meminta agar seluruh
pengurus OSIS bekerja dalam kerja tim yang padu dan kompak untuk
mewujudkan program kerjanya. Dia pun mengingatkan para pengurus untuk
mengabdi dengan penuh tanggung jawab.
“Ingat untuk saling membantu dan bekerja
sama. Jika ada permasalahan yang harus dipecahkan, selesaikan dengan
musyawarah,” pesan Hj. Cahyati.
Pengurus OSIS yang baru dipimpin oleh
Hardiman dan Dhea Syifa Amelia sebagai ketua dan wakil ketuanya. Hj.
Cahyati berharap keduanya bersama pengurus OSIS yang lain bisa membawa
madrasah itu menjadi semakin lebih baik.
“Kami berharap semoga pengurus OSIS bisa
menjalankan tugasnya dengan amanah, penuh pengabdian dan berakhlakul
karimah. Selamat bekerja untuk pengurus yang baru, semoga bisa membawa
nama madrasah menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Pelantikan pengurus OSIS ditandai dengan
penandatanganan berita acara dan pengucapan janji pengurus. Pelepasan
medali dari pengurus lama dan pengalungan kepada pengurus baru menjadi
penanda berpindahnya tanggung jawab kepengurusan organisasi itu. (BS)
Monday, October 29, 2018
Palangka Raya (Inmas) Peringatan Hari
Sumpah Pemuda ke-90 digelar di sejumlah madrasah di Kabupaten Murung
Raya dan Pulang Pisau, Senin (29/10). Di antaranya digelar di MIS Karya
Pembangunan Puruk Cahu, MTsN 1 Murung Raya, dan MTsN 1 Pulang Pisau.
Di MIS Karya Pembangunan, wali kelas IV
Amrullah mengatakan, banyaknya masalah yang dialami negara Indonesia
tercinta saat ini mengharuskan para pemuda untuk lebih memupuk semangat
mencintai bangsa Indonesia, menanamkan jiwa persatuan dan kesatuan serta
menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.
"Melihat keberadaan kita sekarang ini,
mengartikan makna Sumpah Pemuda tidak hanya cukup menghafal teksnya,
satu tanah air Indonesia, satu bangsa bangsa Indonesia dan satu bahasa,
bahasa Indonesia, akan tetapi harus benar-benar diaplikasikan di dalam
kehidupan kita," tegasnya.
“Tugas anak-anak sebagai pelajar saat
ini adalah berusaha memajukan bangsa Indonesia tercinta ini dengan cara
giat belajar, berprestasi dalam even-even lomba serta melakukan hal-hal
yang positif,” imbuh Amrullah di depan seluruh pelajar dan guru MIS
Karya Pembangunan.
Sementara itu Kepala MIS Karya
Pembangunan Ali Muttaqin menuturkan, peringatan itu setidaknya bisa
memberikan pemahaman kepada siswa madrasah setempat tentang peristiwa
Sumpah Pemuda sebagai sebuah tonggak sejarah bangsa Indonesia.
Di madrasah lain, Kasi Pendidikan Islam
Kantor Kemenag Murung Raya Nina Narly menyatakan bahwa Sumpah Pemuda
merupakan salah satu momen bersejarah perjuangan bangsa Indonesia yang
diprakarsai oleh para pemuda Indonesia.
“Sumpah Pemuda merupakan komitmen bangsa
untuk bersatu dan mengembangkan jiwa cinta kebangsaan,” kata Nina saat
menjadi pembina upacara di MTsN 1 Murung Raya.
Tentang upacara peringatan Hari Sumpah
Pemuda, Kepala MTsN 1 Murung Raya Hj Cahyati menjelaskan, pada upacara
itu semua siswa diwajibkan memakai pakaian adat nusantara dan batik
Indonesia. Pakaian yang dipakai akan dinilai memjadi ajang lomba pakaian
daerah terbaik dan batik terbaik.
“Saya mengingatkan kepada para siswa
agar jangan sampai mengambil langkah yang salah dalam kehidupan yang
akan berakibat penyesalan di kemudian harinya. Mari kita jadikan
momentum ini sebagai kesempatan semangat menuntut ilmu dan pengalaman
yang sebanyak-banyaknya untuk memimpin di masa yang akan datang,” ujar
Hj. Cahyati.
Di Kabupaten Pulang Pisau, upacara
serupa digelar di MTsN 1 Pulang Pisau. Kepala madrasah, H. Syarbaini
ketika menjadi pembina upacara mengingatkan Sumpah Pemuda sebagai
tonggak dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang tak bisa
lepas dari pengaruh dan kerja keras para pemuda.
“Kalian ini akan menjadi penerus para pejuang bangsa ini, belajar yang rajin, jangan pernah putus sekolah, jadi lah pemuda yang berprestasi dan bermartabat,” tegas H. Syarbaini. (AM/BS/Nopy Firmansyah)
Wednesday, October 10, 2018
uruk Cahu (Inmas) Kepala
Kejaksanaan Negeri (Kajari) Murung Raya (Mura) Robert P. Sitinjak
beserta sejumlah pegawainya pada Senin (1/10) melakukan sosialisasi di
MTsN 1 Mura. Sosialisasi itu bertajuk program Jaksa Masuk Sekolah (JKS).
Robert P. Sitinjak menjelaskan
soal penggunaan media sosial yang harus dilakukan secara bijak agar
tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Internet harus digunakan oleh
pelajar secara bijaksana, terutama untuk melihat materi-materi pelajaran
yang ada di sekolah, jangan hanya digunakan untuk mencari media
hiburannya saja seperti lagu dan video,” kata Robert.
Sementara Kasi Intelijen Kejari
Mura Marina Trisna Ayu Meifany meminta pelajar MTsN 1 Mura untuk tidak
melanggar hukum, seperti melakukan kenakalan remaja, narkoba, atau
tawuran. Karena dengan berbuat begitu akan dikenakan hukuman yang
berlaku, sehingga masa depan akan terbuang percuma .
Terpisah, Kepala MTsN 1 Mura
Hj. Cahyati menjelaskan, sebanyak 40 pelajar kelas IX menjadi sasaran
penyuluhan. Menurutnya, para siswa sangat antusias menerima sosialisasi
itu.
“Kami tentu berharap kesadaran
hukum para siswa akan meningkat, dan membuat mereka menjadi pribadi yang
taat aturan, tidak melanggar hukum. Pada sesi tanya jawab ada 4 siswa
kami yang bertanya tentang masalah hukum di masyarakat,” ucap Hj.
Cahyati. (BS)
Subscribe to:
Posts (Atom)
















