Search This Blog
Tuesday, June 14, 2022
Thursday, June 3, 2021
Thursday, June 4, 2020
Friday, May 15, 2020
Sunday, November 4, 2018
Puruk Cahu (Inmas) MTsN 1
Murung Raya (Mura) baru-baru lalu menggelar workshop Kurikulum 2013
(Kurtilas). Kegiatan yang diikuti seluruh guru madrasah setempat itu
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik.
Kepala Kankemenag Mura H.
Ahmadi menyebut kompetensi guru menjadi faktor penting dalam membentuk
guru profesional. Diperlukan sebuah terobosan untuk meningkatkan
kompetensi tersebut, dimulai pelatihan kepada guru.
Kemudian, imbuh H. Ahmad, etika
guru harus ditunjang dengan memberi contoh yang baik kepada anak didik,
menghargai potensi anak didik, memperhatikan serta sensitif terhadap
potensi anak didik. Kurtitas sendiri, kata Ahmadi, menekankan karakter
spiritual, sehingga peserta didik tidak hanya pintar dalam bidang
akademik, namun juga berakhlak mulia.
Kepala MTsN 1 Mura Hj. Cahyati
membenarkan bahwa workshop merupakan upaya madrasah mengembangkan
keprofesionalan pendidik dan merupakan salah satu upaya dalam
meningkatkan mutu dan kualitas belajar mengajar di madrasah setempat.
Menurut narasumber Nur
Ashfinawati, implementasi Kurtilas menekankan pada bagaimana cara guru
mencapai arah yang lebih baik dalam proses belajar mengajar. Seorang
pendidik harus fleksibel dalam memberikan materi pembelajaran sehingga
tidak monoton dan membuat anak cenderung bosan di dalam ruangan kelas.
“Kunci mengajar yang aktif,
kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan dengan pendekatan ilmiah
yakni dengan 5M, mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan
dan mengkomunikasikan,” jelas Nur. (BS)
Tuesday, October 30, 2018
Puruk Cahu (Inmas) Puluhan pengurus
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Negeri 1 Murung Raya (Mura)
pada Selasa (30/10) dilantik. Pelantikan oleh kepala madrasah Hj.
Cahyati di halaman madrasah itu disaksikan seluruh siswa dan guru MTsN 1
Mura.
Hj. Cahyati meminta agar seluruh
pengurus OSIS bekerja dalam kerja tim yang padu dan kompak untuk
mewujudkan program kerjanya. Dia pun mengingatkan para pengurus untuk
mengabdi dengan penuh tanggung jawab.
“Ingat untuk saling membantu dan bekerja
sama. Jika ada permasalahan yang harus dipecahkan, selesaikan dengan
musyawarah,” pesan Hj. Cahyati.
Pengurus OSIS yang baru dipimpin oleh
Hardiman dan Dhea Syifa Amelia sebagai ketua dan wakil ketuanya. Hj.
Cahyati berharap keduanya bersama pengurus OSIS yang lain bisa membawa
madrasah itu menjadi semakin lebih baik.
“Kami berharap semoga pengurus OSIS bisa
menjalankan tugasnya dengan amanah, penuh pengabdian dan berakhlakul
karimah. Selamat bekerja untuk pengurus yang baru, semoga bisa membawa
nama madrasah menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Pelantikan pengurus OSIS ditandai dengan
penandatanganan berita acara dan pengucapan janji pengurus. Pelepasan
medali dari pengurus lama dan pengalungan kepada pengurus baru menjadi
penanda berpindahnya tanggung jawab kepengurusan organisasi itu. (BS)
Monday, October 29, 2018
Palangka Raya (Inmas) Peringatan Hari
Sumpah Pemuda ke-90 digelar di sejumlah madrasah di Kabupaten Murung
Raya dan Pulang Pisau, Senin (29/10). Di antaranya digelar di MIS Karya
Pembangunan Puruk Cahu, MTsN 1 Murung Raya, dan MTsN 1 Pulang Pisau.
Di MIS Karya Pembangunan, wali kelas IV
Amrullah mengatakan, banyaknya masalah yang dialami negara Indonesia
tercinta saat ini mengharuskan para pemuda untuk lebih memupuk semangat
mencintai bangsa Indonesia, menanamkan jiwa persatuan dan kesatuan serta
menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.
"Melihat keberadaan kita sekarang ini,
mengartikan makna Sumpah Pemuda tidak hanya cukup menghafal teksnya,
satu tanah air Indonesia, satu bangsa bangsa Indonesia dan satu bahasa,
bahasa Indonesia, akan tetapi harus benar-benar diaplikasikan di dalam
kehidupan kita," tegasnya.
“Tugas anak-anak sebagai pelajar saat
ini adalah berusaha memajukan bangsa Indonesia tercinta ini dengan cara
giat belajar, berprestasi dalam even-even lomba serta melakukan hal-hal
yang positif,” imbuh Amrullah di depan seluruh pelajar dan guru MIS
Karya Pembangunan.
Sementara itu Kepala MIS Karya
Pembangunan Ali Muttaqin menuturkan, peringatan itu setidaknya bisa
memberikan pemahaman kepada siswa madrasah setempat tentang peristiwa
Sumpah Pemuda sebagai sebuah tonggak sejarah bangsa Indonesia.
Di madrasah lain, Kasi Pendidikan Islam
Kantor Kemenag Murung Raya Nina Narly menyatakan bahwa Sumpah Pemuda
merupakan salah satu momen bersejarah perjuangan bangsa Indonesia yang
diprakarsai oleh para pemuda Indonesia.
“Sumpah Pemuda merupakan komitmen bangsa
untuk bersatu dan mengembangkan jiwa cinta kebangsaan,” kata Nina saat
menjadi pembina upacara di MTsN 1 Murung Raya.
Tentang upacara peringatan Hari Sumpah
Pemuda, Kepala MTsN 1 Murung Raya Hj Cahyati menjelaskan, pada upacara
itu semua siswa diwajibkan memakai pakaian adat nusantara dan batik
Indonesia. Pakaian yang dipakai akan dinilai memjadi ajang lomba pakaian
daerah terbaik dan batik terbaik.
“Saya mengingatkan kepada para siswa
agar jangan sampai mengambil langkah yang salah dalam kehidupan yang
akan berakibat penyesalan di kemudian harinya. Mari kita jadikan
momentum ini sebagai kesempatan semangat menuntut ilmu dan pengalaman
yang sebanyak-banyaknya untuk memimpin di masa yang akan datang,” ujar
Hj. Cahyati.
Di Kabupaten Pulang Pisau, upacara
serupa digelar di MTsN 1 Pulang Pisau. Kepala madrasah, H. Syarbaini
ketika menjadi pembina upacara mengingatkan Sumpah Pemuda sebagai
tonggak dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang tak bisa
lepas dari pengaruh dan kerja keras para pemuda.
“Kalian ini akan menjadi penerus para pejuang bangsa ini, belajar yang rajin, jangan pernah putus sekolah, jadi lah pemuda yang berprestasi dan bermartabat,” tegas H. Syarbaini. (AM/BS/Nopy Firmansyah)
Wednesday, October 10, 2018
uruk Cahu (Inmas) Kepala
Kejaksanaan Negeri (Kajari) Murung Raya (Mura) Robert P. Sitinjak
beserta sejumlah pegawainya pada Senin (1/10) melakukan sosialisasi di
MTsN 1 Mura. Sosialisasi itu bertajuk program Jaksa Masuk Sekolah (JKS).
Robert P. Sitinjak menjelaskan
soal penggunaan media sosial yang harus dilakukan secara bijak agar
tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Internet harus digunakan oleh
pelajar secara bijaksana, terutama untuk melihat materi-materi pelajaran
yang ada di sekolah, jangan hanya digunakan untuk mencari media
hiburannya saja seperti lagu dan video,” kata Robert.
Sementara Kasi Intelijen Kejari
Mura Marina Trisna Ayu Meifany meminta pelajar MTsN 1 Mura untuk tidak
melanggar hukum, seperti melakukan kenakalan remaja, narkoba, atau
tawuran. Karena dengan berbuat begitu akan dikenakan hukuman yang
berlaku, sehingga masa depan akan terbuang percuma .
Terpisah, Kepala MTsN 1 Mura
Hj. Cahyati menjelaskan, sebanyak 40 pelajar kelas IX menjadi sasaran
penyuluhan. Menurutnya, para siswa sangat antusias menerima sosialisasi
itu.
“Kami tentu berharap kesadaran
hukum para siswa akan meningkat, dan membuat mereka menjadi pribadi yang
taat aturan, tidak melanggar hukum. Pada sesi tanya jawab ada 4 siswa
kami yang bertanya tentang masalah hukum di masyarakat,” ucap Hj.
Cahyati. (BS)
Puruk Cahu (Inmas) MTsN 1
Murung Raya (Mura) belum lama tadi mengadakan pesta demokrasi pemilihan
Ketua dan Wakil Ketua OSIS tahun pelajaran 2018/2019. Sebanyak lima
pasangan calon bersaing untuk memperebutkan suara dari para pemilih.
Hasil penghitungan suara
menunjukkan bahwa pasangan Hardiman dan Dhea Syifa Amelia sukses
mengumpulkan 175 suara atau 33 persen dari total pemilih. Keduanya bakal
dilantik bersama jajaran pengurus OSIS lainnya pada 22 Oktober
mendatang.
Pasangan lain, Rivaldi dan Weka
Athaya AWS meraih 60 suara atau 11 persen, Ramzi dan Nadhira Saskia
Yufada 124 suara atau 22 persen. Kemudian pasangan Dyas Yogo P dan Dzaki
Azwarni Hamdani meraup 32 dukungan atau 6 persen pemilih, serta Dhea
Fatehah Razmi dan Alya Misfa Kayla yang mengumpulkan 146 suara atau 27
persen.
“Pemilu OSIS merupakan bentuk
implementasi pembelajaran demokrasi di madrasah secara langsung, yang
nantinya bisa diterapkan oleh siswa di masyarakat,” kata Kepala MTsN 1
Mura, Hj. Cahyati.
“Pasangan yang terpilih harus bisa melaksanakan program kerja yang telah disampaikannya ketika kampanye,” imbuh Hj. Cahyati.
Ketua Panitia Pemilu OSIS Nasrullah bersyukur pesta
demokrasi kecil-kecilan itu berjalan lancar. Dia berterima kasih kepada
seluruh peserta didik yang telah ambil bagian dalam Pemilu tersebut.
(BS)
Puruk Cahu (Inmas) Jelang
pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MTs Negeri 1 Murung Raya (Mura),
lima pasangan calon pucuk pimpinan organisasi itu berkampanye, Jum’at
(5/10). Ratusan pelajar dan guru madrasah setempat mendengarkan paparan
rencana program kerja mereka.
Dalam penyampaiannya, kelima
pasangan calon memaparkan berbagai macam program unggulan yang berkaitan
dengan visi dan misi mereka. Kelimanya nampak bersemangat dan percaya
diri dalam menyampaikan apa yang akan dilakukan ketika memimpin OSIS.
Wakamad Kesiswaan Nasrullah
menjelaskan, kampanye menjadi bagian penting dalam proses pemilihan
Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Sebagai pemilih, siswa madrasah harus
benar-benar memilih pasangan calon yang memiliki kemampuan untuk
memajukan organisasi tersebut. Kemampuan itu dapat dinilai melalui visi
dan misi yang disampaikan saat kampanye.
"Pemilian Ketua dan Wakil Ketua OSIS akan dilaksanakan pada Sabtu (6/10) besok,” ujarnya.
Ada lima pasangan calon yang
bakal memperebutkan ratusan suara dari para pemilih. Mereka adalah
Rivaldi dan Weka Athaya AWS perwakilan kelas VIII E, Ramzi dan Nadhira
Saskia Yufada perwakilan kelas VIII A. Kemudian, Dyas Yogo P dan Dzaki
Azwarni Hamdani perwakilan kelas VIII C, Dhea Fatehah Razmi dan Alya
Misfa Kayla perwakilan kelas VIII B, serta Hardiman dan Dhea Syifa
Amelia perwakilan kelas VIII D. (BS)
Puruk Cahu (Inmas) MTs Negeri 1
Murung Raya (Mura) belum lama tadi melakukan kunjungan persahabatan ke
MTsN 2 Mura. Kunjungan itu selain diisi pertemuan dan diskusi, juga
diwarnai dengan pertandingan persahabatan.
Sebanyak 10 guru dan 35 siswa
MTsN 1 Mura mengikuti studi banding itu. Pertandingan futsal dan bola
voli putri membuat kunjungan tersebut berlangsung seru.
Wakamad Kesiswaan MTsN 1 Mura
Nasrullah mengatakan, kunjungan ke MTsN 2 Mura bertujuan untuk
meningkatkan mutu siswa MTsN 1 Mura dengan berbagi ilmu dan pengalaman,
termasuk bagi pengurus OSIS.
"Kegiatan ini merupakan program kerja OSIS MTsN 1 Mura," ujar Nasrullah.
Selaras dengan Nasrullah,
pendamping MTsN 1 Mura Robby Anggoro mengakui bila pertandingan
persahabatan dalam kunjungan itu dapat melatih mental siswa dalam
bertanding.
"Siswa bisa belajar tentang
sportifitas dan menguatkan mental. Kalau bisa sering-sering diadakan
lomba olahraga antarmadrasah," tambah guru olahraga ini.
Keakraban terlihat jelas dalam
pertandingan persabatan itu. Pertandingan diakhiri dengan saling
berjabat tangan dari pelajar kedua madrasah. (BS)
Puruk Cahu (Inmas) Bencana alam gempa
bumi dan tsunami di Donggala dan Palu pada 28 September silam memantik
rasa empati dari warga MTsN 1 Murung Raya (Mura). Pengurus OSIS madrasah
itu mengekspresikan keprihatinannya dengan melakukan penggalangan dana
dari unsur madrasah dan kalangan masyarakat di kota Puruk Cahu.
Kepala MTsN 1 Mura Hj. Cahyati, Senin
(1/10) mengatakan, pengurus OSIS madrasah melakukan penggalangan dana di
internal madrasah. Seluruh siswa dan pegawai MTsN 1 Mura menyumbangkan
dananya.
Kemudian, penggalangan dana juga
dilakukan di sejumlah titik strategis di Puruk Cahu. Hasilnya, dana
sebesar Rp. 6.543.000 sukses dikumpulkan dari aksi sosial itu.
"Dana yang terkumpul sebanyak Rp 6.543.000," ujarnya.
Sementara Wakamad Kesiswaan Nasrullah
menjelaskan, simpang tiga Dinaas PU, bundaran batu bara dan sekitar kota
Puruk Cahu menjadi lokasi penggalangan dana. Aksi itu sekaligus bentuk
pendidikan untuk menanamkan sifat kepedulian dan tenggang rasa terhadap
orang lain yang melahirkan sifat saling menolong.
"Dana yang terkumpul akan diserahkan ke
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Murung Raya dan nantinya dikirim
bersama ke pusat melalui Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah," ujarnya.
(BS)
Monday, September 17, 2018
Puruk Cahu (Inmas) Pawai taaruf
1 Muharram 1440 Hijriyah digelar oleh Lembaga Pembinaan dan
Pengembangan TK Al Qur`an Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid
Indonesia (LPPTKA BKPRMI) Kabupaten Murung Raya (Mura), Selasa (11/9).
Hasilnya, MTsN 1 Mura menyabet gelar juara pertama pada tingkat
SMP/MTs.
Pawai dimulai dari halaman
Kantor Kecamatan Murung, dilepas oleh Plh. Sekda Mura Pahala Budiawan.
MTsN 1 Mura diperkuat oleh grup drum band, penari, barisan habsy,
fashion lingkungan, guru dan staf, serta Paskibra madrasah. Terdapat
pula siswa dengan mengenakan seragam Pramuka, PMR, pakaian Islami
pembawa asmaus husna, kostum muslimah, replika Al Qur`an, replika
bedug, pasukan putih biru dan rompi, serta sejumlah kelompok siswa
lainnya.
"Jumlah kami yang mencapai 602
orang adalah yang terbanyak dalam pawai tersebut," ujar Nasrullah yang
turut mendampingi peserta pawai.
Atas hasil sebagai juara
pertama, Kepala MTsN 1 Mura Hj. Cahyati mengucapkan syukur. Dia juga
berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pawai itu.
"Alhamdulillah kita kembali berhasil mempertahankan gelar juara pertama yang sudah diraih sejak tahun 2012, " ujar Hj Cahyati.
Puruk Cahu (Inmas) MTs Negeri 1
Murung Raya (Mura) sukses menjadi juara 1 lomba vokal solo di SMKN 1
Puruk Cahu. Lomba digelar dalam rangka memperingati HUT SMK tersebut
pada 20 – 29 Agustus kemarin.
“Semoga bisa semakin berprestasi," katanya.
MTsN 1 Mura mengirimkan Sukma
Ramadhan kelas IXE, Nabila Nurathia kelas VIIB, dan Andini Putri Azzahra
kelas VIIA. Dari ketiganya, Nabaila Nurathia berhasil meraih gelar
juara pertama.
“Kami mengirimkan tiga peserta,
dan salah satunya atas nama Nabila Nurathia berhasil meraih juara I.
Dia mendapatkan hadiah piala, piagam dan hadiah lainnya,” kata Wakamad
Kesiswaan Nasrullah, usai penyerahan hadiah di lapangan SMKN 1 Puruk
Cahu, Kamis (30/8).
Peserta lomba vokal solo
membawakan lagu wajib ‘Berkibarlah Bendera Negeriku’ ciptaan Gombloh,
dan lagu pilihan Kekasih Bayangan (Cakra Khan), Bukan Dia Tapi Aku
(Judika), Kesempurnaan Cinta (Rizky Febian), Kali Kedua (Raisa), Kecewa
(BCL) dan Titip Rindu Buat Ayah (Kinanti).
Kepala MTsN 1 Mura Hj. Cahyati mengaku bangga dengan hasil itu. Dia berterima kasih atas kerja keras para pelajarnya.
“Semoga bisa semakin berprestasi," katanya.
Puruk Cahu (Inmas) Memperingati Hari
Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, MTsN 1 Murung Raya
(Mura) mengadakan berbagai macam lomba, belum lama tadi. Lomba bertujuan
untuk menunjang prestasi, menambah minat dan bakat siswa, serta
mengasah kreatifitas yang dimiliki siswa di bidang akademik atau non
akademik.
“Pemenang lomba mendapat hadiah dan piala,” ujar Nasrullah.
Robby Anggoro, ketua panitia lomba
mengatakan, cabang lomba yang digelar adalah tahfiz Al Qur`an, nasyid,
dan kaligrafi untuk bidang keagamaan. Dalam bidang olah raga, digelar
lomba futsal, bola voli, senam, futsal dangdut, dan tarik tambang.
“Kami juga menggelar lomba keprramukaan
berupa pengucapan tri satya dan dasa darma, outsak Pramuka dan kemampuan
indra manusia (KIM). Ditambah dengan perlombaan lain seperti fashion
show, make up dan memasak,” jelas Robby.
Sementara Wakamad Kesiswaan Nasrullah
menjelaskan, semua lomba diikuti oleh perwakilan 16 kelas, baik secara
kelompok maupun secara individual. Semua kegiatan dilaksanakan di
halaman madrasah.
“Pemenang lomba mendapat hadiah dan piala,” ujar Nasrullah.
Puruk Cahu (Inmas) MTsN 1 Murung Raya
(Mura) menggelar peringatan Hari Pramuka, Selasa (14/8). Peringatan itu
ditandai dengan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh siswa, guru
dan pegawai madrasah setempat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Mura H.
Ahmadi ketika menjadi pembina upacara mengimbau siswa madrasah untuk
menjaga kehormatan almamater Kementerian Agama dengan menjadi menjadi
siswa yang mempunyai karakteristik moral yang baik sehinggga tercapai madrasah yang hebat dan bermartabat.
"Karena dari sisi akhlaklah kalian
dijadikan oleh masyarakat sebagai manusia unggul. Bagaimanapun tingginya
ilmu pengetahuan yang kalian miliki, kalau akhlak kalian jelek maka
mesti dan pasti masyarakat akan melempar kalian ke arah yang terpuruk,"
ujar Ahmadi.
Dia berharap kegiatan Pramuka bisa
menjadi sarana membentuk pelajar madrasah yang berakhlak mulia.
Nilai-nilai di dalam Pramuka sangat positif dan jika diterapkan dengan
sebaik-baiknya akan mengantarkan siswa madrasah menjadi sosok yang
berkepribadian.
Di akhir acara, H. Ahmadi memberikan
penghargaan Pramuka Penggalang Terap kepada 10 anggota Pramuka Gudep
027-028 yang berperan aktif dalam kepramukaan dan berprestasi di MTsN 1
Mura.
“Selamat Hari Pramuka, Pramuka perekat bangsa,” kata H. Ahmadi.
Puruk Cahu (Inmas) MTs Negeri 1 Murung
Raya menerima 194 siswa baru. Mereka lantas diperkenalkan dengan
madrasah melalui Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) yang digelar pada
12 Juli sampai 14 Juli.
Matsama, jelas ketua panitia Nasrullah,
diikuti 89 siswa dan 105 siswi. Dalam Matsama, peserta didik baru
diperkenalkan dengan beberapa hal terkait MTsN 1 Murung Raya. Di
antaranya tentang tata tertib yang berlaku di madrasah itu.
“Pengenalan menjadi sangat penting
karena selama tiga tahun ke depan mereka (siswa baru – red) akan menjadi
bagian dari MTsN 1 Murung Raya,” ujar Nasrullah.
Ditambahkannya, lingkungan madrasah dan
aneka kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki MTsN 1 Murung Raya juga
diperkenalkan kepada siswa baru. Kemudian, Matsama juga sebagai wahana
saling mengenal sesama siswa baru.
Wakamad Kesiswaan Lisnor Ain ketika
membuka Matsama mengatakan, masa ta’aruf merupakan kegiatan yang
menanamkan nilai-nilai pendidikan dan bersifat edukatif, bukan kegiataan
yang bersifat perploncoan.
“Ada banyak hal yang diperkenalkan dalam Matsama, dan kegiatan ini bersifat edukatif bukan perploncoan,” kata Lisnor.
Sunday, June 3, 2018
Puruk Cahu (Inmas) MTsN 1
Murung Raya (Mura) menggelar buka puasa bersama (bukber) pada 28 Mei
2018 silam. Bukber diisi dengan pembacaan surah Yasin dan taushiyah oleh
H. Ismail Suni.
H. Ismail Suni mengatakan,
semua profesi apapun di muka bumi ini merupakan anugerah, rahmat dan
pertolongan dari Allah. Oleh karena itu, semuanya harus dikembalikan
kepada Allah.
"Orang-orang yang berjalan di jalan Allah akhirnya akan mendapat kemudahan dunia dan akhirat,” ujar H Ismail.
Sementara Kakankemenag Mura H.
Masrani menilai, buka puasa bersama merupakan sarana pembinaan bagi
pelajar madrasah setempat dalam sisi keagamaan. Sedangkan bagi Kepala
MTsN 1 Mura Hj. Cahyati, buka puasa bersama bertujuan membina kekompakan
dan kebersamaan keluarga besar madrasah itu.
“Kami ingin terus meningkatkan dan memajukan madrasah serta mempererat persaudaraan,” ucap Hj. Cahyati. (BS)
Puruk Cahu (Inmas) Keterbatasan
jumlah ruang kelas membuat MTs Negeri 1 Murung Raya (Mura) hanya
membuka kuota bagi 130 siswa baru. Untuk memilih calon siswa baru yang
akan diterima, madrasah setempat bakal menggelar seleksi pada seluruh
pendaftar.
Pendaftaran siswa baru telah
dibuka sejak 21 Mei silam, dan berakhir pada 26 Mei mendatang. Ratusan
pendaftar telah mengambil formulir pendaftaran di madrasah yang berada
di Jalan KH. Ahmad Dahlan itu.
Persyaratan pendaftaran yang
diminta di antaranya mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan fotocopy
kartu tanda ujian sekolah, fotocopy raport kelas VI semester 1, dan
fotocopy sertifikat atau piagam penghargaan/prestasi akademik.
"Tes masuk akan dilaksanakan
pada 30 Mei 2018, meliputi tes kemampuan umum, kemampuan agama dan
kemampuan membaca Al-Qur`an. Siswa baru yang diterima akan diumumkan
pada 31 Mei 2018," ujar Hj Cahyati, Kepala MTsN 1 Mura, Rabu (23/5).
Siswa baru yang diterima harus
melakukan daftar ulang pada 4 Juni sampai 6 Juni. Selanjutnya, mereka
wajib menjalani masa ta’aruf siswa madrasah yang dimulai pada 11 Juli.
“Antusias pendaftar saya lihat sangat besar,” aku Hj. Cahyati. (BS)
Subscribe to:
Posts (Atom)








































